JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melakukan pelepasan ekspor ke pasar global tahun 2020. Adapun komoditas ekspor tersebut berasal dari 16 provinsi yang diikuti oleh 133 eksportir.
Salah satunya adalah PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) yang merupakan perusahaan pengolahan dan pembekuan udang. Perusahaan ini berdomisili di Situbondo, Jawa Timur
Pada saat pandemi dimana banyak aktivitas perdagangan melemah, kinerja PT PMMP malah meningkat. “Kinerja perusahaan tetap bagus karena pasar kita mayoritas adalah ritel, terutama di amerika yang menyerap produk yang kita kembangkan dan dijual secara online di sana,” ujar General Manager PT PMMP Suyut Kusrinto dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Sabtu (5/12).

Dia menjelaskan, dalam pelepasan ekspor ke pasar global yang dipimpin Presiden, PT PMMP melepas ekspor sebanyak 6 kontainer atau setara dengan nilai sekitar USD 1 juta atau Rp 14,1 miliar (kurs Rp 14.100). Untuk kinerja ekspor Indonesia periode Januari sampai Oktober 2020 surplus sebesar USD 17,07 miliar.
Kapasitas produksi hasil jadi PMMP per bulan rata-rata berjumlah 1.700 sampai 2.000 ton. Dengan rata-rata bahan baku yang masuk per hari adalah 80 hingga 100 ton.
Produk yang dihasilkan, mulai dari frozen raw shrimp, fozen cook shrimp, sushi ebi, nobashi, breaded shrimp atau udang tepung, shrimp ring sampai dengan skewer. Untuk menopang kinerja perusahaan, PMMP memberdayakan masyarakat sekitar Situbondo dan Bondowoso dengan jumlah sekitar 5.500 orang.
Pencapaian ekspor rata-rata per bulannya adalah 100 sampai 120 kontainer. Pangsa pasar yang menjadi penopang ekspor perusahaan adalah Amerika Serikat sekitar 70 persen, Jepang 25 persen dan 5 persen di Eropa dan sekitaran Asia.
Target ekspor perusahaan tahun ini sekitar USD 170 juta sampai USD 180 juta. Dengan harapan tahun 2021 bisa meningkat menjadi USD 200 juta.
Saat pandemi Covid-19, PMMP bukannya melemah, malah semakin meningkat untuk kinerja ekspor dan produksinya. Hal ini disebabkan oleh pasar Indonesia mayoritas adalah ritel yang menyerap produk dari PMMP serta penjualan secara online.
Bukan itu saja, kinerja yang makin meningkat ini juga ditopang oleh penawaran umum perdana saham atau initital public offering (IPO) pada November lalu. Harapannya, perseroan akan lebih teratur dalam mengelola operasional untuk meningkatkan ekspor dan produksinya.
PMMP juga akan membangun pabrik baru plant 6 untuk produk frozen shrimp breaded friyer dan udang tepung beku sudah goreng. Sementara ini, basis PMMP yang berada di Situbondo ini telah terdapat 5 plant integrated dengan luas lahan sekitar 17 hektar.
PMMP pun akan terus melakukan ekspansi di pasar domestik. Untuk produk breaded shrimp merk ebinoya juga sudah masuk ke kota-kota besar Indonesia seperti Surabaya, Bandung, Solo, Makassar dan Jakarta.