JawaPos.com- Kepolisian langsung terjun menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda sebuah home industry sandal dan delapan rumah warga di Dusun Candi, Desa Wedoro, Waru, Sidoarjo, Minggu (23/9). Hingga berita ini ditulis, polisi masih berusaha mengumpulkan keterangan para saksi mata.
Kapolsek Waru Kompol Fathoni menerangkan, pihaknya langsung datang ke lokasi begitu menerima kabar kebakaran dari warga. Fokus pertama adalah menyterilkan lokasi. Sebab, home industry yang terbakar tersebut masuk ke dalam gang sempit dan para warga yang panik memenuhi jalan masuk. “Kondisi home industry itu dalam posisi dikunci. Warga kemudian membongkar paksa gembok agar bisa cepat membantu pemadaman,” jelas Fathoni.
Perwira polisi dengan satu melati di pundak itu melanjutkan, selain mengahunguskan bangunan pabrik dan rumah warga, kebakaran juga meludeskan dua sepeda motor. Motor tersebut berada di dalam pabrik.
Setelah api padam, polisi langsung mengamankan TKP agar tidak didekati warga. “Kami sudah pasang garis polisi di depan pintu masuk home industry. Harapannya warga tidak mendekat agar barang bukti yang dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan tetap aman,” imbuhnya.
Fathoni mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui penyebab pasti kebakaran. Demikian juga dengan kerugian yang dialami pemilik home industry dan warga.
Untuk menyelidikinya, Polsek Waru akan berkoordinasi dengan Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya. “Nanti anggota labfor akan mengambil beberapa sample untuk mengetahui dari mana titik api berasal,” tambah mantan Kapolsek Pakal tersebut.
Korps berseragam cokelat juga akan memanggil Mubin, pemilik home industry sandal tersebut. Sementara, Mubin masih belum dimintai keterangan karena masih shock. “Ya nanti tentu akan kami tanya. Tadi dia nggak ada di lokasi saat kebakaran terjadi,” kata Fathoni.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran menghanguskan sebuah home industry sandal dan delapan rumah warga di Dusun Candi, Desa Wedoro, Waru, Sidoarjo, Minggu (23/9). Api cepat membesar karena di dalam home industry terdapat spon yang mudah terbakar. Sebanyak 4 mobil dari Dinas PMK Kabupaten Sidoarjo diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Para warga yang rumahnya ludes terbakar terpaksa mengungsi ke kerabat terdekat.