JawaPos.com–Erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3) pukul 05.22 WIB belum mengganggu aktivitas warga di sekitar gunung tersebut. Warga di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih beraktivitas normal seperti biasa.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan Kabupaten Magelang Yulianto, mengatakan, telah terjadi erupsi pada Selasa pagi. Namun sejauh ini, belum berdampak untuk wilayah Kabupaten Magelang.
”Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Teramati tinggi kolom erupsi sekitar 6.000 meter dari puncak dan awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer,” terang Yulianto.
Dia menjelaskan, angin saat erupsi mengarah ke utara dan timur laut. Berdasar laporan yang masuk, dampak erupsi berupa hujan abu terjadi di wilayah Cepogo, Kabupaten Boyolali.
Yulianto menambahkan, aktivitas warga di sekitar Pos Babadan, yakni di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, berjalan normal. Sebab, dampak letusan tidak sampai ke daerah tersebut. “Pagi ini, aktivitas warga di lereng Merapi sisi barat berjalan seperti biasa. Mereka tetap pergi ke ladang,” katanya.
Sejak terjadi erupsi pada 2010, menurut Yulianto, masyarakat sekitar Merapi sudah terbiasa dengan erupsi kecil seperti itu. Meski begitu, ada beberapa warga yang sempat menanyakan ke pos pengamatan tentang kondisi Merapi. ”Erupsi kecil seperti pada Selasa pagi ini sudah beberapa kali terjadi dan radius aman dari puncak sekitar 3 kilometer,” ujar Yulianto.