JawaPos.com–Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada awal musim panen 2020 mencapai Rp 4.600 per kilogram. Itu lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 3.700/kg.
“Kebetulan sekarang masih awal musim panen sehingga harga gabah masih tinggi. Yakni Rp 4.600 per kilogram,” kata Karto, 56, salah seorang petani di Adipala, Kabupaten Cilacap, seperti dilansir dari Antara pada Selasa (3/3).
Kendati demikian, dia mengakui kualitas gabahnya tidak bagus karena masih sering hujan sehingga kadar airnya tinggi. “Hasil panen kali ini mau disimpan dulu buat kebutuhan. Apalagi sebentar lagi akan memasuki Ramadan,” kata Karto.
Sementara itu, salah seorang petani di Maos, Cilacap, Marjuki, 50, mengaku nyaris gagal panen karena sebagian tanaman padi roboh kena angin dan hujan lebat. “Untungnya masih bisa diselamatkan, sehingga saya masih bisa jual sebagian gabah dengan harga Rp 4.600 per kilo,” katanya.
Secara terpisah, Sekretaris Asosiasi Perberasan Banyumas (APB) Fatkhurrohman mengakui harga gabah di tingkat petani sekarang masih tinggi. Sebab, baru memasuki masa panen khususnya di Kabupaten Cilacap. “Informasi terakhir, harga gabah di Cilacap masih Rp 4.600 per kilogram. Namun kualitasnya kurang bagus, kadar airnya tinggi akibat banyak hujan,” katanya.
Kendati belum semua daerah memasuki masa panen, Fatkhurrohman mengatakan, datangnya masa panen di sebagian Kabupaten Cilacap turut membantu menekan kenaikan harga beras di wilayah Banyumas. “Apalagi Februari kemarin, pemerintah menggelontorkan paket sembako untuk warga miskin hingga dua kali, sehingga harga beras di pasaran yang sempat mengalami kenaikan akhirnya tertahan dan kembali normal,” katanya.