Tak Sekadar Simbolik

Bus Listrik Merah Putih UI Siap Tumbuhkan Green Economy Indonesia

28 Oktober 2022, 22:36:05 WIB

JawaPos.com – Apakah kendaraan listrik mampu menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil? Pertanyaan ini muncul dari sebagian pihak yang masih ragu pada inovasi ini mengingat tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi.

Padahal, pencemaran udara adalah permasalahan urgent yang ada di perkotaan. Menurut data dari United Nations Environment Programme (UNEP), sebanyak 6,5 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat paparan kualitas udara buruk. Emisi kendaraan bermotor di perkotaan berkontribusi sebesar 70% terhadap pencemaran Nitrogen Oksida (NOx), Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), dan Partikulat (PM).

Menjawab permasalahan tersebut, sivitas akademika Universitas Indonesia (UI) menghadirkan Bus Listrik Merah Putih sebagai upaya untuk mengurangi tingkat polusi udara yang ditimbulkan kendaraan bermotor.

Bus dipilih sebagai kendaraan ramah lingkungan karena memiliki daya tampung yang besar sehingga mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalanan. Dengan panjang 12 meter dan bobot maksimal 16 ton, bus dapat menampung berat penumpang sebesar 13 ton dengan kecepatan maksimal 120 km/jam.

Selain memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertinggi di Indonesia untuk kelas bus besar, Bus Listrik Merah Putih juga merupakan satu-satunya bus yang bangun platform chassis, sistem penggerak, sistem rem, sistem kendali, inverter, dashboard, serta sistem pendinginnya (air conditioning) dirancang mandiri oleh para ahli UI dan dibangun oleh perusahaan dalam negeri. Perusahaan yang terlibat dalam kolaborasi ini, antara lain PT Mobil Anak Bangsa (MAB), PT NSAD, PT Pindad, dan PT AICOOL.

Universitas Indonesia (UI) menghadirkan Bus Listrik Merah Putih sebagai upaya mengurangi tingkat polusi udara yang ditimbulkan kendaraan bermotor. (UI untuk JawaPos.com)

Bus listrik karya anak negeri ini diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan bangsa, bukan hanya di bidang transportasi, melainkan juga di bidang ekonomi. Selain mengurangi beban pemerintah dalam pemenuhan subsidi BBM, bus listrik dapat menjadi alternatif bagi kebutuhan energi terbarukan dan berpotensi menguatkan industri dalam negeri, khususnya di bidang manufaktur.

Artinya, dari pengembangan kendaraan ini, akan tumbuh green economy yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

Bus Listrik Merah Putih diserahkan secara simbolis kepada pemerintah pada Juni lalu untuk digunakan dalam gelaran Presidensi G20. Pada rangkaian Third G20 Sherpa Meeting yang berlangsung 26–30 September 2022 di Yogyakarta, bus listrik ini telah membantu mobilisasi para delegasi dari negara-negara anggota G20 yang hadir dalam pertemuan tersebut. Rencananya, Bus Listrik Merah Putih akan kembali digunakan dalam KTT G20 2022 yang diselenggarakan pada November mendatang di Bali.

Keberadaan Bus Listrik Merah Putih dalam Presidensi G20 ini membuktikan bahwa Indonesia serius dalam upaya menangani permasalahan lingkungan sebagaimana beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang sedang diupayakan oleh negara-negara di dunia.

Selain itu, bus listrik ini sekaligus menjadi bukti bahwa akademisi tidak hanya menghasilkan ide, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan inovasi produk yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM